si mailida tea

Kamis, 17 Februari 2011

MAKALAH RPP BAHASA INDONESIA

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Robbi, shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan pada Nabi Muhammad saw. Berkat karunia yang senantiasa diberiksehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyusun makalah ini, terutama pada rekan-rekan yang senantiasa memberikan dorongan dan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini, semoga Allah SWT membalas dengan ganjaran yang berlipat ganda, ”Amiin”
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perencanaan Pendidikan Biologi, yang membahas tentang “Komponen Perencanaan Pembelajaran”. Penulis menyadari bahwa masih terdapat beberapa kelemahan atau kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, segala tegur sapa, kritik, koreksi dan saran yang diberikan akan penulis sambut dengan kelapangan hati guna perbaikan pada masa yang akan datang.

Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan motivasi bagi siapa saja yang membaca dan memanfaatkannya.





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………..................................................................................... i
ISI................................................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………... 1
A. Latar Belakang Masalah…………………………………………………………. 1
B. Rumusan Masalah………………………………………………………………... 1
C. Tujuan Pembahasan……………………………………………………………… 2

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………………. 3
A. Pengertian RPP
B. Komponen Perencanaan Pembelajaran…………………………………………... 3
C. Fungsi RPP
D. Tujuan dari Pembelajaran………………………………………………………... 9
E. Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran………………………………………...10

BAB III SIMPULAN…………………………………………………………………………… 14
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………... 15














BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH

Kegiatan menyusun rencana pembelajaran merupakan salah satu tugas penting guru dalam memproses pembelajaran siswa. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional yang dituangkan dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa salah satu komponen dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu adanya tujuan pembelajaran yang di dalamnya menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

Agar proses pembelajaran dapat terkonsepsikan dengan baik, maka seorang guru dituntut untuk mampu menyusun dan merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan tegas. Oleh karena itu, melalui tulisan yang sederhana ini akan dikemukakan secara singkat tentang apa dan bagaimana merumuskan tujuan pembelajaran. Dengan harapan dapat memberikan pemahaman kepada para guru dan calon guru agar dapat merumuskan tujuan pembelajaran secara tegas dan jelas dari mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.

B.RUMUSAN MASALAH
Mempelajari latar belakang masalah maka penulis menyusun rumusan masalah sebagai berikut: :

1. Apakah komponen dari pembelajaran itu?
2. Apakah tujuan dari pembelajaran?
3. Bagaimana cara merumuskan tujuan pembelajaran?

C.TUJUAN PEMBAHASAN
Adapun yang menjadi tujuan pembahasan makalah ini adalah untuk mengetahui :
1. Komponen Pembelajaran
2. Tujuan dari Pembelajaran
3. Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran




BAB I
PEMBAHASAN

A. Komponen Perencanaan Pembelajaran

Ukuran minimal komponen rpp sesuai dengan ktsp:
1.Tujuan pembelajaran
2.Materi ajar
3.Metode pembelajaran
4.Sumber belajar
5.Penilaian hasil akhir pembelajaran
Sementara beberapa komponen pembelajaran adalah, berikut:

1. Standar kompetensi merupakan uraian fungsi dan tugas atau pekerjaan yang mendukung tercapainya kualifikasi peserta didik
2. Kompetensi dasar / subkompetensi merupakan sejumlah tugas / kemampuan untuk mendukung ketercapaian standar kompetensi
3. Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diamati dan diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Merupakan substansi pembelajaran utama yang berfungsi menunjang pencapaian kompetensi dasar/subkompetensi, mencakup keseluruhan ranah kompetensi(pengetahuan,keterampilan dan sikap)
4. Tujuan pembelajaran.

Tujuan merupakan cita-cita yang ingin di capai dari pelaksanaan pembelajaran. Tidak ada suatu pembelajaran yang di program kan tanpa tujuan, karena hal itu merupakan suatu hal yang tidak meiliki kepastian dalam menentukan arah, target akhir dan prosedur yang dilakukan.
Tujuan dalam pembelajaran merupakan salah satu suatu cita-cita yang bernilai normatif. Sebab dalam tujuan terdapat sejumlah nilai yang harus di tanamkan kepada siswa. Nilai-nilai itu nantinya akan mewarnai cara siswa bersikap dan berbuat dalam lingkungan sosial baik di sekolah maupun diluar sekolah.

Tujuan mempunyai jenjang dari yang luas dari yang umum sampai pada yang sempit/ khusus. Semua tujuan itu berhubungan antara satu dengan yang lainnya,dam tujuan di atasnya. Bila tujuan terendah tidak tercapai, maka tujuan diatasnya tidak tercapai pula. Hal ini di sebabkan karena tujuan itu berikutnya merupakan turunan dari tujuan sebelumnya. Oleh karena itu, aspek tujuan pembelajaran merupakan yang paling utama, yang harus dirumuskan secara jelas dan spesipik karena menentukan arah.

Tujuan-tujuan pembelajaran harus berpusat pada perubahan perilaku siswa yang diinginkan, dan karenanya harus dirumuskan secara operasional, dapat diukur dan dapat diamati ketercapaiannya.
Salah satu sumbangan terbesar dari aliran psikologi behaviorisme terhadap pembelajaran bahwa pembelajaran seyogyanya memiliki tujuan. Gagasan perlunya tujuan dalam pembelajaran pertama kali dikemukakan oleh B.F. Skinner pada tahun 1950. Kemudian diikuti oleh Robert Mager pada tahun 1962 yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul Preparing Instruction Objective. Sejak pada tahun 1970 hingga sekarang penerapannya semakin meluas hampir di seluruh lembaga pendidikan di dunia,termasuk di Indonesia.
Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini dikemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager (1962) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Kemp (1977) dan David E. Kapel (1981) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Henry Ellington (1984) bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar. Sementara itu, Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelahberlangsung pembelajaran. .

Meski para ahli memberikan rumusan tujuan pembelajaran yang beragam, tetapi semuanya menunjuk pada esensi yang sama, bahwa .
1. tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran; (2) tujuan dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang spesifik. Yang menarik untuk digarisbawahi yaitu dari pemikiran Kemp dan David E. Kapel bahwa perumusan tujuan pembelajaran harus diwujudkan dalam bentuk tertulis. Hal ini mengandung implikasi bahwa setiap perencanaan pembelajaran seyogyanya dibuat secara tertulis (written plan).
Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata (2002) mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu: (1) memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri; (2) memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar; (3) membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran; (4) memudahkan guru mengadakan penilaian.
Dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran, serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa.
5.Materi pelajaranMateri pelajaran merupakan unsur belajar yang penting mendapat perhatian oleh guru. Materi pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dikonsumsi oleh siswa. Oleh karena itu, penentuan materi pelajaran mesti berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, dalam hal ini adalah hasil-hasil yang diharapkan, misalnya berupa pengetahuan,keterampilan,sikap,dan pengalaman lainnya.
Materi pelajaran yang diterima siswa harus mampu merespon setiap perubahan dan mengantisipasi setiap perkembangan yang akan terjadi di masa depan. Karena itu, materi pelajaran menurut Suharsimi Arikunto (1990) merupakan unsur inti yang ada didalam kegiatan belajar mengajar, karena memang materi pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh siswa. Oleh karena itu, guru khususnya atau penngembangan kurikulum umumnya, harus memikirkan sejauh mana bahan-bahan atau topic yang tertera dalam silabi berkaitan dengan kebutuhan siswa dimasa depan. Sebab, minat siswa akan bangkit bila suatu materi pelajaran yang diajarkan sesuai dengan kebutuhannya. Maslow sebagaimana dikutip dari Sudirman (1987) berkeyakinan bahwa minat seseorang akan muncul bila sesuatu itu terkait dengan kebutuhannya. Jadi, materi pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa akan memotivasi siswa dalam jangka waktu tertentu. Nana Sudjana (2000) menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran,diantaranya:
1. Materi pelajaran harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan.
2. Materi pelajaran yang ditulis dalam perencanaan pembelajaran terbatas pada konsep saja, atau berbentuk garis besar bahan tidak pula diuraikan terinci.
3. Menetapkan materi pelajaran harus serasi dengan urutan tujuan.
4. Urutan materi pelajaran hendaknya memperhatikan kesinambungan (kontinuitas).
5 Materi pelajaran disusun dari yang sederhana menuju yang kompleks, dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang kongkrit menuju yang abstrak. Dengan cara ini siswa akan mudah memahaminya.











BAB 1II
SIMPULAN

Seorang guru dalam merencanakan pembelajaran dituntut untuk dapat merumuskan tujuan pembelajaran secara tegas dan jelas.perumusan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu bagi guru maupun siswa Saat ini telah terjadi pergeseran dalam merumuskan tujuan pembelajaran dari penguasaan bahan ke penguasan performansi.Tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan.
Tujuan pembelajaran seyogyanya dirumuskan secara jelas, yang didalamnya mencakup komponen: Audience,Behavior,Condition dan Degree.


DAFTAR PUSTAKA

Dr. Hamzah B. Uno, M.pd. perenanaan pembelajaran . 2006. PT Bumi Aksara: Jakarta.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2002. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Omar Hamalik.2005. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Bandung: Bumi Aksara